https://www.enviroapartment.com/

Jarang Diperhatikan, Inilah 8 Biaya yang Muncul Saat Membeli Apartemen

  • Artikel
Jarang Diperhatikan, Inilah 8 Biaya yang Muncul Saat Membeli Apartemen

Survey yang dilakukan rumah.com pada tahun 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 57% dari 1.020 responden di Indonesia memilih apartemen sebagai hunian mereka. Jumlah ini naik 22% dibanding tahun sebelumnya. Alasannya, harga apartemen lebih murah dibanding rumah tapak. Sehingga konsumen tak perlu merogoh kocek dalam untuk membeli sebuah apartemen.

Tapi, tahukah Anda bahwa ternyata ada biaya yang sering kali menjadi “siluman” saat membeli apartemen? Menurut director of HaloMoney.co.id, Jay Broekman, banyak orang tidak menyadari bahwa membeli apartemen bukan sekedar harga jual yang tercantum, namun juga meliputi biaya sesudahnya.

Lalu, apa sajakah biaya-biaya tersebut? Enviro Apartment telah merangkumnya untuk Anda.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Menurut peraturan pemerintah, properti yang harganya di atas Rp 42 juta diwajibkan untuk membayar pajak ini. Besar PPN adalah 10% dari harga jual dan biasanya dibayarkan melalui developer, termasuk pelaporannya dilakukan oleh developer.

BPHTB (Biaya Perolehan Harga Tanah & Bangunan)

BPHTB adalah pungutan perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan. Biaya ini dikenakan pada semua transaksi perolehan apartemen, baik untuk bangunan baru maupun lama. Besar BPHTB adalah 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah)

PPnBM adalah pajak yang dikenakan atas transaksi Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun di luar negeri. Tak semua apartemen dibebankan pajak ini. PPnBM hanya berlaku di apartemen yang tergolong mewah dan nilainya di atas Rp 2 miliar. Tarif PPnBM adalah 20% dari harga jual apartemen.

AJB (Biaya Akta Jual Beli), BBN (Bea Balik Nama) dan Biaya Pertelaan

Ketiga biaya ini dijadikan 1 paket dan diurus oleh notaris PPAT yang sudah ditentukan. Besarnya sekitar 1% dari harga apartemen.

Biaya Bank

Biaya ini muncul ketika Anda membeli apartemen dengan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Biaya administrasi yang harus Anda siapkan adalah:

- Biaya appraisal;

- Biaya administrasi pelunasan sebelum jatuh tempo kredit atau PSJT; dan

- Biaya asuransi.

PBB (Biaya Pajak Bumi & Bangunan)

Pajak ini wajib dibayarkan setiap tahun oleh para pemilik tanah dan bangunan, termasuk para pemilik apartemen. Jumlah yang dibayarkan tergantung pada luas apartemen yang dimiliki.

Biaya Pemeliharaan (Maintenance)

Biaya pemeliharaan apartemen meliputi biaya kebersihan, perawatan gedung, keamanan dan fasilitas-fasilitas lain di dalamnya. (Baca: Ini Daftar Biaya Maintenance Apartemen Yang Harus Dikeluarkan)

Biaya Parkir

Besar biaya parkir di setiap apartemen berbeda-beda, tergantung kebijakan yang diterapkan developer. Rata-rata apartemen menetapkan biaya parkir sebesar Rp 100ribu – Rp 200 ribu per bulan untuk mobil, dan Rp 25 ribu – Rp 100 ribu per bulan untuk motor.

Itulah beberapa biaya yang jarang diperhatikan saat membeli apartemen. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai besar masing-masing biaya untuk lebih memastikan budget yang harus Anda keluarkan saat membeli apartemen idaman.


Related Articles

Category

whatsapp Phone